Selasa, 11 Mei 2010

Tumpek Blek 2010, Semuanya Ada Disini « bodats the smartbastard

Setelah tertunda pada hari pertama, penulis akhirnya dapat mengunjungi acara wajib para penggemar otomotif yang bernama Tumpek Blek itu. Dengan nama resmi OTO BURSA, 8-9 Mei 2010, acara yang diprakarsai oleh otomotif.net ini, menjadi ajang pertemuan para penggemar otomotif.  Mulai dari penjual sparepart, asesoris, kendaraan bekas atau baru hingga kontes modifikasi, hadir di acara yang berlokasi di Plaza Timur Senayan, Jakarta Pusat ini.

Ketika pengunjung baru masuk, misalnya. Langsung akan disuguhi oleh jajaran motor matik hasil modifikasi para modifikator ulung. Berbagai macam modifikasi bisa disaksikan. Mulai dari sekedar mengganti cat body, hingga memodifikasi keseluruhan layaknya membentuk motor baru. Bahkan ada yang hanya menggunakan mesin matic, selebihnya membentuk semacam prototipe motor dengan citarasa futuristik.


Lalu ada juga bursa jual beli mobil bekas. Eit, nanti dulu. Jangan dikira mobil yang dijual hanya mobil-mobil bekas yang sudah butut. Salah besar! Namanya juga tumpek blek, semuanya numpuk di sini. Mobil yang dilego sangat variatif. Ada Morris klasik, BMW M3, Mercy Tiger, Jip Rubicon hingga Landrover Defender 300Tdi. Lalu mengenai harga? Japri aja bro, itu sebabnya mereka kasih nomor kontak jika ada yang berminat. Dan semuanya dalam kondis mulus terawat.

Bagaimana dengan roda dua? Wah, yang ini tidak kalah menarik. Selain kontes modifikasi yang memukau mata, bursa jual belinya juga akan membuat air liur pecinta roda dua menetes. Pasalnya, justru lebih banyak motor klasik yang dijual di acara ini, dibandingkan yang modern. Memang ada beberapa Kawasaki Ninja yang custom made serta beberapa matik. Tapi, secara keseluruhan, untuk sepeda motor, yang mendominasi justru generasi lawas.

Tengok saja beberapa Vespa yang terawat. Sang empunya dengan kreatif menjadikan plat motor sebagai media pemberitahuan nomor kontak bagi calon pembeli yang berminat. Sementara di sampingnya, ada matic yang bercorak genit nan seksi. Lanjut beberapa langkah, ada lagi motor yang dilego. Sebuah Honda CB100 yang asesorisnya cukup lengkap, didampingi oleh sebuah Vespa. Dan tidak hanya itu. Hamparan Vespa yang masih bersifat setengah “rongsokan”, BSA (Birmingham Small Arm) dan berbagai macam motor klasik lainnya siap dilego. Harganya? Jangan dikira murah, semuanya tergantung dari kondisi dan tahun produksi. Sebuah honda CB100 misalnya. Dengan kondisi yang baik serta orisinal, bisa dibuka dengan harga 20 juta! Edan kan! Wajarlah, kan si pemilik sudah merawat dengan susah payah.

Selain kendaraan bekas dan modifikasi, suku cadang juga diperjualbelikan. Mulai dari spion, emblem tanki bensin hingga velg bekas juga dijual. Bahkan ada tiang spion motor klasik yang dijual, dan itu dijamin orisinal oleh penjualnya. Jok, lampu, tongkat persneling, bahkan copotan dashboard pun dijual. Pokoknya dari yang terkecil, hingga yang terbesar, semuanya dijual. Harga? Nego lah.

Tidak hanya sparepart dan kendaraan, banyak juga stand produsen perlengkapan berkendara. Mulai dari helm, jaket, celana, tank-bag hingga sarung tangan. Bahkan beberapa produsen kegiatan outdoor pun juga membuka stand, dan ramai dikunjungi oleh para pecinta otomotif. Termasuk merk 7Gear milik blogger bro Adet. Juga tak ketinggalan para produsen audio-video yang unjuk gigi dengan produk mereka.

Bagaimana dengan para ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk)? Sepertinya justru ini yang loyo. Hanya beberapa ATPM saja yang menggelar kegiatan yang menarik. Misalnya saja, untuk mempromosikan produk terbarunya, PT. Suzuki Indomobil Sales menyelenggarakan ajang test ride unit Suzuki SX4. Uniknya, mereka menyediakan sebuah area indoor dimana para pengendara dapat merasakan kemampuan offroad SX4. Lalu ada juga PT. AHM (Astra Honda Motor) yang menunjukkan cara kerja teknologi mesin mereka. Sambil juga mempersilahkan para pengunjung mencoba beberapa produk di area yang telah disiapkan. Sisanya? Kebanyakan hanya menampilkan produk terbaru dan mengandalkan tenaga sales dan games menarik untuk menarik perhatian.

Lalu bagaimana dengan yang membawa keluarga? Tenang, sepertinya penyelenggara memikirkan hal tersebut. Ada hiburan musik di beberapa titik. Dan juga yang paling banyak menyedot perhatian adalah atraksi menggilas mobil yang dilakukan oleh komunitas offroad. Mobil-mobil jip berpenggerak empat roda, dengan ban yang besar, bergantian menggilas, melompati gundukan yang terdiri dari mobil-mobil bekas. Antuasiasme penonton pun terkuak. Nah, untuk yang membawa anak, ada satu area yang cukup menarik. Yaitu area mini offroad. Di sini, anak-anak bisa mengemudikan sebuah mini offroad ATV (All Terrain Vehicle), lalu diarahkan oleh para instruktur untuk melewati medan berpasir, terowongan dan menaiki jembatan kayu.

Dan tentu saja tidak ketinggalan area makan dan minum yang sangat vital. Urusan perut tidak boleh diabaikan. Pengunjung dimanjakan oleh banyaknya warung makan dan minum, dengan menu variatif dan harga yang lumayan terjangkau. Mulai dari masakan padang, nasi goreng, hotdog, burger, tongseng hingga ayam bakar. Hobi jalan terus, makan tetap lancar. :D

Jika dilihat dari skala kegiatannya, acungan jempol layak diberikan untuk penyelenggara yang punya niat baik mempromosikan produk otomotif Indonesia, serta mempertemukan para pecinta otomotif di satu tempat. Namun mungkin beberapa catatan perlu diajukan agar penyelenggaraannya bisa lebih baik lagi. Dari pantuan penulis, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Misalnya perihal parkir. Dari sisi biaya, tentu lumayan logis. Dengan biaya masuk Rp. 2.000 (motor), dan parkir Rp. 3.000,-, pengunjung bisa parkir dari pagi, hingga malam. Namun penempatan parkirlah yang perlu ditata. Jalur masuk dan keluar parkir menyatu dan bercampur dengan mobil, membuat kondisi macet. Mungkin tahun depan, jika bisa, penempatan motor ditata sedemikian rupa agar lebih rapih. Dan jika dimungkinkan, area motor dibedakan jalur masuk-keluarnya dengan mobil. Lalu juga mengenai loket. Saat penulis masuk, loket hanya dibuka dua, sementara antrian sudah memanjang. Akan sangat lebih baik jika saat itu, loket dibuka lebih banyak, jadi antrian tidak perlu panjang. Selebihnya, salut untuk penyelenggara. Sampai ketemu di oto bursa tahun depan.(hnr)

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengikut